16 September 2019 - 07:50
Diserang Drone Yaman, Separuh Produksi Minyak Saudi Mandek

Menteri Energi Arab Saudi Abdulaziz bin Salman Sabtu (14/09) malam mengumumkan separuh produksi minyak negaranya terhenti akibat serangan drone militer dan pasukan relawan rakyat Yaman ke instalasi perusahaan minyak nasional Aramco.

(ABNA24.com) Menteri Energi Arab Saudi Abdulaziz bin Salman Sabtu (14/09) malam mengumumkan separuh produksi minyak negaranya terhenti akibat serangan drone militer dan pasukan relawan rakyat Yaman ke instalasi perusahaan minyak nasional Aramco.

Menurut laporan IRIB, Abdulaziz bin Salman mengingatkan, serangan drone Yaman ke kilang minyak Buqayq dan Khurais memaksa produksi minyak Riyadh di dua kilang tersebut terhenti sementara.

Dalam hal ini, Mohammad al-Bukhaiti, salah satu anggota Biro Politik Ansarullah dalam wawancaranya dengan televisi Aljazeera seraya mengisyaratkan serangan hari Sabtu pejuang Yaman ke instalasi perusahaan Aramco dan kebakaran hebat di instalasi tersebut serta pengakuan Al Saud akan serangan ini mengancam jika Arab Saudi tidak mengakhir agresi dan serangannya ke Yaman, maka pejuang Yaman akan merebut Riyadh.

Unit drone militer dan pasukan relawan rakyat Yaman hari Sabtu membalas kejahatan koalisi Arab dengan mengirim 10 drone menyerang kilang minyak Buqayq dan Khurais milik perusahaan minyak Aramco Arab Saudi.

Arab Saudi dengan dukungan AS, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lain melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade negara ini dari darat, udara dan laut.

Perang yang dikobarkan Arab Saudi beserta sekutunya di Yaman sampai saat ini telah merenggut nyawa lebih dari 16 ribu orang, melukai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan warga Yaman mengungsi.

Agresi militer Arab Saudi ini juga membuat negara Arab minyak tersebut mengalami kelangkaan makanan dan obat-obatan.

Arab Saudi dan sekutunya sampai saat ini gagal meraih ambisinya mengembalikan Abd Rabbuh Mansur Hadi ke tampuk kekuasaan karena perlawanan sengit rakyat Yaman.



/129